Membaca tulisan Chris; meletakkan duit sebagai matlamat mungkin bukan satu perkara yang terbaik. Dan mungkin hanya mendatangkan hasil yang sedikit atau tiada langsung dan paling celaka sekali mungkin membuatkan aku dan kamu terus putus asa.
People whose only goal is to somehow “make money” online will usually see little to no results and give up out of frustration.
Why?
As I see it, there’s a few reasons. For starters, there is a big difference between someone who wants to make money when compared to someone who wants to build a business. That’s not to say that someone can’t occupy both roles, or that wanting to “make money” is bad. That’s a crucial part of business and it drives capitalism.
But the difference here that matters is that someone who only wants to make money will do and try anything they can in order to pull in some cash. This outlook is automatically geared to look for processes, systems and “push-button” methods because the person’s only concern is doing something that will equate to extra cash.
Jadi apa yang tidak kena sebenarnya; walhal sememangnya agenda asal adalah buat duit di internet jadi logiklah andaikata duit dijadikan matlamat? Sambung Chris lagi
they fail to realize the simplicity of how money is actually “made”.
By building a business and selling stuff that people want.
Not by learning “secrets” or pressing some mystical money-button that only the “elite” know about.
So let’s take a look at the other side of the coin…
Just as it’s the opportunity-seekers that just want to “make money” who, ironically, usually don’t make anything - the people who are most-likely to achieve the fabled internet lifestyle and “make money while they sleep” are the following:
Entrepreneurs and business-people who simply want to use the internet to market or grow an existing business or business plan.
Nampak? Jadi, apakah silapnya kerana matlamat yang kita tetapkan ?
Tapi ini mungkin antara yang menjadi sebab utamanya.
The sad truth, however, is that I think the real reason that guy (and others like him) will blindly work on a proven dud for months on end is because they’re afraid of doing something that isn’t “comfortable”.
Itu satu. Susah sebenarnya untuk keluar dari kepompong yang kita telah selesa. Takut sebenarnya andaikata apa bila keluar dari kepompong tersebut kita takkan dapat balik keselesaan yang telah kita kecapi. Ini antara faktor penghalang yang membuatkan ramai masih tidak percaya untuk berniaga. Entah apa definisi berniaga bagi mereka. Mungkin skim cepat kaya gamaknya.
Usahalah!
Usaha tannga kejayaan.
Memang usaha ni susah.
Tapi dengan susah itu datangnya kesenangan kan?
Allah swt sendiri telah berfirman dalam al-Quran
Ash-Syarh
[1]
Bukankah Kami telah melapangkan bagimu: dadamu (wahai Muhammad serta mengisinya dengan iman dan hidayah petunjuk) ?
[2]
Dan Kami telah meringankan daripadamu: bebanmu (menyiarkan Islam) -
[3]
Yang memberati tanggunganmu, (dengan memberikan berbagai kemudahan dalam melaksanakannya)?
[4]
Dan Kami telah meninggikan bagimu: sebutan namamu (dengan mengurniakan pangkat Nabi dan berbagai kemuliaan)?
[5]
Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan,
[6]
(Sekali lagi ditegaskan): bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan.
[7]
Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain),
[8]
Dan kepada Tuhanmu sahaja hendaklah engkau memohon (apa yang engkau gemar dan ingini).
2 kali Allah swt ulang ayat "tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan" dalam ayat 5 dan 6. Dan andaikata sampai 2 kali diulang ayat yang sama dalam kita suci ini, maka tidakkah perlu kitab fikirkan dan ambil perhatian ?
* Andaikata kamu sukakan artikel ini, kongsi bersama rakan-rakan yang lain dengan "klik di sini"


